Stasiun televisi di Indonesia ada sejak berdirinya TVRI pada tahun 1962 silam . Selama 27 tahun, penduduk Indonesia hanya bisa menyaksikan satu saluran saja. Namun pada tahun 1989, Pemerintah akhirnya mengizinkan RCTI sebagai stasiun televisi swasta pertama di Indonesia, meski hanya penduduk yang mempunyai Antena parabola dan dekoderlah yang dapat menyaksikan RCTI, walaupun pada akhirnya dibuka untuk masyarakat mulai tanggal 21 Maret 1992 di Bandung.

Daftar Stasiun televisi di Indonesia.

* Stasiun Televisi Free To Air.

Berikut adalah stasiun televisi free-to-air di Indonesia yang salurannya dapat ditangkap melalui antena UHF/VHF (terestrial). Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, izin penyelenggaran siaran televisi melalui antena UHF/VHF (terestrial) yang dikeluarkan hanyalah untuk stasiun televisi lokal. Stasiun televisi yang ingin melakukan siaran nasional harus melakukan siaran berjaringan antar beberapa stasiun televisi lokal.

Terestrial.
  • Nasional
  1. ANTV
  2. Global TV
  3. Indosiar
  4. MetroTV
  5. MNCTV
  6. RCTI
  7. SCTV
  8. Trans TV
  9. Trans 7
  10. tvOne
  11. TVRI

    • Lokal
    • Aceh
    1. Aceh TV
    2. TVRI Aceh
    3. Koetaraja TV
    4. 8tv Malaysia Langsa 
    • Sumatra Utara
    1. TV Medan
    2. Deli TV
    3. DAAI TV
    4. Spacetoon
    5. ESA TV Medan
    • Sumatra Barat
    1. PT. Padang Media Televisi
    2. TVRI Padang
    3. Favorit Televisi (Fativi)
    4. Minang TV
    5. Bukittinggi Televisi (BiTV)
    • Riau
    1. TVRI Pekanbaru
    2. RiauTV
    3. Riauchannel
    4. Gemilang Televisi (GTV)
    5. Sam TV
    6. Sri Junjungan Televisi (SJTV)
    7. Labschool TV
    8. SIAK TELEVISI
    9. ESATV RIAU
    • Kepulauan Riau
    1. Batam TV
    2. Semenanjung TV
    3. Urban TV
    •  Jambi
    1. TVRI Jambi
    2. Jambi TV
    3. Jek TV
    • Bengkulu
    1. TVRI Bengkulu
    2. Bengkulu TV
    3. Sumatra TV
    4. ESA TV
    5. RBtv
    • Sumatra Selatan
    1. TVRI Sumsel
    2. Palembang TV
    3. Sriwijaya TV
    4. Sky tv Palembang
    • Kepulauan Bangka Belitung
    1. Bangka TV
    • Lampung
    1. Tegar TV
    2. TVRI Lampung
    3. LTV (Lampung Mega Televisi)
    4. Siger TV
    • Jakarta
    1. B Channel
    2. Elshinta TV
    3. Da Ai TV
    4. TVRI Jakarta
    5. Jak TV
    6. O Channel
    7. Spacetoon
    8. Sun TV
    • Banten
    1. Banten TV
    2. Cahaya Televisi Banten (CTV)
    3. Carita Televisi Tangerang (Carita TV)
    4. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Televisi Serang (UntirtaTV)
    5. Carlita Televisi Indonesia
    6. Komedi TV
    7. CCNC(Christ Cathedral News Channel)
    • Jawa Barat
    1. TVRI Bandung
    2. Bandung Televisi
    3. Depok TV
    4. DB channel
    5. CT Channel
    6. GaneshaTV
    7. IMTV
    8. Jatiluhur TV
    9. Citra Karawang TV
    10. Megaswara TV
    11. MQTV
    12. Padjadjaran TV
    13. Spacetoon Bandung
    14. Bayu Salman TV
    15. STV Bandung
    16. TVB
    17. Jabar TV
    18. Garuda Vision
    19. Nusantara Televisi
    20. TAZTV
    21. SBCTV
    22. Galuh TV
    23. Cirebon TV
    24. ESA TV JABAR
    25. DIAN TV
    •  Jawa Tengah
    1. TVRI Semarang
    2. BMS TV
    3. Grabag TV
    4. Karesidenan TV
    5. Terang Abadi TV (TATV)
    6. TV Borobudur (TV B)
    7. TVKU
    8. Pro TV
    9. Semarang TV
    10. Televisi Tegal (TVT)
    11. Ratih TV
    • Daerah Istimewa Yogyakarta
    1. TVRI Jogja
    2. Jogja TV
    3. RBTV
    4. ADiTV
    5. TVRI Nasional
    6. ATV AKINDO TELEVISI
    • Jawa Timur
    1. TVRI Surabaya
    2. Agropolitan TV (ATV)
    3. Arek TV
    4. Batu Televisi
    5. Business Channel Television (BCTV)
    6. Dhamma TV
    7. Jawa Pos Televisi (JTV)
    8. Jember Mutiara Televisi (JMTV)
    9. Nusantara Damai Televisi (NDTV)
    10. Universitas Gajayana (GTV)
    11. Kilisuci TV
    12. Dhoho TV
    13. Logis TV
    14. Mahameru TV
    15. Malang TV
    16. RTV
    17. SBO TV
    18. Spacetoon Surabaya
    19. Surabaya TV
    20. TV Edakasi 2
    21. ATV Madiun
    22. JTV Jember
    23. Metro TV Jawa timur
    • Bali
    1. TVRI Bali
    2. Bali TV
    3. Dewata TV
    4. Bali Music Channel
    5. Alam TV
    • Nusa Tenggra Barat
    1. Lombok TV (LBTV)
    • Nusa Tenggara Timur
    1. TVRI Kupang
    • Kalimantan Selatan
    1. TVRI Banjarmasin
    2. TVB Televisi Benua
    3. Banjar TV
    4. Duta TV
    5. Tabalong TV
    • Kalimantan Tengah
    1. Borneo TV
    2. Palangkaraya TV
    3. Suara Sampit TV
    • Kalimantan Barat
    1. TVRI Pontianak
    2. KCTV (PT.Kapuas Citra Televisi)
    3. Ruai TV (PT.Ruai Televisi)
    4. KTV (PT.Media Khatulistiwa Televisi
    5. PonTV (PT.Media Utama Televisi Pontianak)
    6. SambasTV (TV Perbatasan Sambas)
    • Kalimantan Timur
    1. Berau TV
    2. TV Beruang
    3. Balik Papan TV
    4. TVRI Kal-tim
    5. PKTV
    6. LNGTV
    7. Tarakan TV
    8. Kutim TV
    9. KalTV
    10. Kaltim TV
    11. Nunukan Channel
    12. Paser TV
    13. Channel Etam
    • Sulawesi Selatan
    1. TVRI Makassar
    2. Makassar TV
    3. Fajar TV
    4. Sun TV
    5. celebestv
    • Sulawesi Utara
    1. Televisi 5 Dimensi (TV5d)
    2. TVRI Manado
    3. Bunaken TV
    4. GOTV
    5. Pasific TV
    6. Televisi Manado
    • Sulawesi Tenggara
    1. TVRI Kendari
    2. Kendari TV
    • Gorontalo
    1. Gorontalo TV
    •  Sulawesi Tengah
    1. TVRI Palu
    2. Palu TV
    3. NUANSA TV
    • Maluku
    1. TVRI Ambon
    2. Molluca TV
    3. Ambon TV
    •  PAPUA
    1. TVRI PAPUA
    2. Metro TV Papua
    3. TOP TV
     * Satelit
    • TV Edukasi
    •  Stasiun Televisi Berlanggan
     Televisi berlangganan di Indonesia yang salurannya hanya dapat ditangkap dengan alat penerima tertentu (receiver/decoder) melalui satelit, kabel, atau terestrial. Stasiun televisi berlangganan dapat memiliki lebih dari 1 saluran.
    1. Aora TV
    2. Astro Nusantara (tidak beroperasi)
    3. First Media (dahulu Digital1 dan Kabelvision)
    4. IM2 PayTV
    5. Indovision
    6. M2V Mobile TV
    7. OkeVision
    8. TELKOMVision
    9. Top TV
    10. YesTV
    Sumber : wikipedia.org

          TELEVISI
          Sebelum kita mengetahui jenis-jenis penyiaran televisi ada baiknya kita ketahui telebih dahulu asal mula televisi tersebut. Televisi adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia sendiri ‘televisi’ secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.



          Jenis-Jenis Penyiaran Televisi.

          1. Televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan/atau frekuensi dari sinyal. Seluruh sistem sebelum Televisi digital dapat dimasukan ke analog.
          Sistem yang dipergunakan dalam televisi analog adalah NTSC (National Television System(s)) Committee, badan industri pembuat standar yang menciptakannya. Sistem ini sebagian besar diteraapkan di Amerika Serikat (AS) dan beberapa bagian Asia Timur, seperti: China/Tiongkok, Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Taiwan, Mongolia.
          Sementara, sistem PAL (Phase-Alternating Line, phase alternation by line atau untuk phase alternation line). Dalam bahasa Indonesia: garis alternasi fase), adalah sebuah encoding berwarna digunakan dalam sistem televisi broadcast, digunakan di seluruh dunia. PAL dikembangkan di Jerman oleh Walter Bruch, yang bekerja di Telefunken, dan pertama kali diperkenalkan pada 1967.

          2. Televisi digital (bahasa Inggris: Digital Television, DTV) adalah jenis TV yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyebarluaskan video, audio, dan signal data ke pesawat televisi. Televisi resolusi tinggi atau high-definition television (HDTV), yaitu: standar televisi digital internasional yang disiarkan dalam format 16:9 (TV biasa 4:3) dan surround-sound 5.1 Dolby Digital. Ia memiliki resolusi yang jauh lebih tinggi dari standar lama. Penonton melihat gambar berkontur jelas, dengan warna-warna matang, dan depth-of-field yang lebih luas daripada biasanya. HDTV memiliki jumlah pixel hingga 5 kali standar analog PAL yang digunakan di Indonesia.

          3. Televisi kabel adalah sistem penyiaran acara televisi lewat frekuensi radio melalui serat optik atau kabel coaxial dan bukan lewat udara seperti siaran televisi biasa yang harus ditangkap antena. Selain acara televisi, acara radio FM, internet, dan telephon juga dapat disampaikan lewat kabel.
          Sistem ini banyak dijumpai di Amerika Utara, Eropa, Australia, Asia Timur, Amerika Selatan, dan Timur Tengah. Televisi kabel kurang berhasil di Afrika karena kepadatan penduduk yang rendah di berbagai daerah. Seperti halnya radio, frekuensi yang berbeda digunakan untuk menyebarkan banyak saluran lewat satu kabel. Sebuah kotak penerima digunakan untuk memilih satu saluran televisi. Sistem televisi kabel modern sekarang menggunakan teknologi digital untuk menyiarkan lebih banyak saluran televisi daripada sistem analog.

          4. Televisi satelit adalah televisi yang dipancarkan dengan cara yang mirip seperti komunikasi satelit, serta bisa disamakan dengan televisi lokal dan televisi kabel. Di banyak tempat di bumi ini, layanan televisi satelit menambah sinyal lokal yang kuno, menghasilkan jangkauan saluran dan layanan yang lebih luas, termasuk untuk layanan berbayar.
          Sinyal televisi satelit pertama disiarkan dari benua Eropa ke satelit Telstar di atas Amerika Utara pada tahun 1962. Satelit komunikasi geosynchronous pertama, Syncom 2 diluncurkan pada tahun 1963. Komunikasi satelit komersial pertama di dunia, disebut Intelsat_I (disebut juga Early Bird), diluncurkan ke orbit pada tanggal 6 April 1965. Satelit jaringan televisi nasional pertama, Orbita, dibuat di Uni Soviet pada tahun 1967. Satelit domestik Amerika Utara pertama yang memuat siaran televisi adalah geostasiun Anik 1 milik Kanada, yang diluncurkan pada tahun 1872.id:Satellite television.
           Sumber : wennyrahmawati.wordpress.com
           
          semoga bisa bermanfaat...

          Televisi Digital

          by Brengo Blog | 01.31 in | komentar (0)

          Televisi digital atau penyiaran digital adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal video, audio, dan data ke pesawat televisi.

          Keuntungan Televisi Digital

          1. Dapat menampung banyak perusahaan baru.
          Penyelenggara televisi digital berfungsi sebagai operator penyelenggara jaringan televisi digital, sedangkan program acara disediakan oleh penyelenggara khusus.
          Dari aspek regulasi, terdapat izin penyelenggaraan jaringan dan izin penyelenggaraan jasa program/acara yang mampu memacu perkembangan usaha dibidang ini.
          kemudian dari aspek bisnis akan terdapat peluang-peluang usaha yang lain, seperti : meningkatnya penjualan perangkat televisi yang mampu menerima siaran televisi digital.

          2. Penggunaan Kanal Lebih Efisien
          Bentuk penyelenggaran sistem penyiaran di era digital mengalami perubahan baik dari pemanfaatan kanal maupun tehknologi pelayanannya. Satu kanal frekuensi yang saat ini hanya digunakan oleh satu penyelenggara penyiaran televisi nantinya akan mampu digunakan empat hingga enam penyelengaraan penyairan pada era digital.

          3. Peningkatan Kualitas Gambar.
          Televisi digital memungkinkan pengiriman gambar dengan akurasi dan resulusi yang tiggi. televisi digital mampu menghasilkan penerimaan gambar yang jernih, stabil dan tanpa efek bayangan atau gambar ganda, walaupun pesawat penerima dalam keaadaan bergerak dengan kecepatan tinggi.
          Sistem TV Digital tidak mengenal gambar tidak jelas, gambar ganda (ghost), dan kualitas gambar jelek lainnya, karena pada tekhnik digital hanya dikenal gambar bagus atau tidak ada sama sekali, atau dalam istilah tekhnik dikenal dengan 0 dan 1 atau yes or no.

          Setiap hari kita selalu menyaksi dan merasakan betapa kita telah mendapat suatu yang membuat kita merasa lebih nyaman dirumah, dikantor, dibank, dan tempat-tempat umum lainnya. Itulah televisi yang telah banyak membuat orang-orang juga lupa diri...(hehehehe...keasikan bro), namun pernahkah kita tau siapa dan bagaiman sejarah telivisi yang selama ini kita nikmati?. Mari sama-sama kita mengetahuinya...
           .
          Berikut sejarah perkembangan televisi :

          1876 – George Carey menciptakan selenium camera, yang memiliki gambaran supaya seseorang dapat melihat listrik.

          1881, Ide dari penggunaan scanning untuk mengirim gambar dimasukkan untuk sebenarnya penggunaan praktis pantelegraph.

          1884, Seorang mahasiswa di German bernama Paul Gottlieb Nipkow mematenkan pertama kali elektromekanik sistem pada televisi yang bekerja dengan pemindaian disk, pemintalan sebuah disk dengan sejumlah lubang sulur yang menuju pusat. Pada lubang yang sama di interval dalam rotasi disk akan memungkinkan cahaya untuk melewati setiap lubang dan menuju selenium sensor yang menghasilkan listrik pulses. Disebut dengan teleskop elektrik dengan resolusi 18 garis.

          1897, Karl Ferdinand Braun menciptakan CRT dengan layar yang dapat berpendar jika terkena sinar. Inilah awal dasar sejarah televisi layar berbasis tabung.

          1900, Sejarah penggunaan nama televisi malah baru pertama kali ditemukanpada tahun ini. Adalah Constatin Perskyl yang menyebutkan tele(jauh) dan tampak (vision). yang jika digabung menjadi television.

          1907, Dua orang bernamaBoris Rosing dan Campbell Swinton melakukan percobaan terpisah yang menggunakan sinar katoda untuk dapat mengirim gambar.

          1925, John Logie Baird asal skotlandia menunjukkan transmisi dari gambar bayangan hitam bergerak di London. Dia juga yang menemukan sistem video recording untuk pertama kalinya.

          1927 – Sejarah dalam pengembangan televisi modern pertama ditemukan oleh Philo T Farnsworth. Seorang ilmuwah asal Utah, Amerika Serikat. Mengapa demikian? hal ini disebabkan gagasannya tentang image dissector yang menjadi dasar televisi.

          1929 – Vladimir Zworykin dari Rusia menyempurnakan perkembangan tabung katoda dan kemudian menamakannya dengan kinescope. Temuannya sebenarnya hanya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT.

          1940 – Ini adalah awal perkembangan televisi warna pertama. Seseorang bernama Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis.

          1956, Robert Adler dan Eugene Polleymenemukan remote televisi. Yang tujuan sebenarnya adalah untuk menghindari iklan. Wah untung ada mereka ya :D

          1975 – Larry Weber seorang ilmuwan dari Universitas Illionis mulai merancang layar plasma berwarna. namun sejarah orang ini tidak berakhir disini saja..

          1979, Perusahaan kodak menciptakan OLED (organic light emitting diode), Pada tahun yang sama Walter Spear dan Peter Le Comber membuat LCD dari bahan thin film transfer yang ringan.

          1981, NHK sebuah stasiun televisi di negara Jepang mendemonstrasikan sebuah sejarah baru yaitu teknologi HDTV.

          1995 – Masih ingat dengan Larry Weber, Pada tahun ini dia berhasil mengelesaikan proyek layar plasmanya. Ia menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang.

          2000 tahun ke atas, Pengembanga produk LCD, Plasma bahkan CRT. Dan menyusul perkembangan sejarah dari televisi digital.
          Sumber:Blogbintang.com

          Nah... dah pada tahu kan sejarahnya...??? siapa orang-orang yang berperan besar sehingga kita bisa menikmatinya seperti sekarang ini. semoga ini bisa bermaaf buat kita semua. mksh..

          Cara Membuat Readmore

          by Brengo Blog | 21.32 in | komentar (0)

          Untuk membuat menu Read more kita harus menambahkan beberapa kode HTML ke dalam template blog kita.


          Silahkan ikuti langkah-langkah berikut :

          1. Login ke blogger.com dengan id sobat

          2. Klik menu bertuliskan Template

          3. Klik menu Edit HTML
          jangan lupa Copy seluruh kode template milik sobat lalu paste pada notepad dan kemudian simpan, untuk membuat back up data. Ini dimaksudkan apabila terjadi kesalahan dalam template setelah kita otak-atik, kita masih punya cadangan data untuk mengembalikannya.

          4. Copy kode HTML di bawah, kemudian paste persis di atas kode </style> :

          <MainOrArchivePage>


          div.fullpost {display:none;}


          </MainOrArchivePage>


          <ItemPage>


          div.fullpost {display:inline;}


          </ItemPage>

          Untuk mempercepat pencarian kode </style>, silahkan sobat klik menu Edit yang ada pada bar menu browser, kemudian klik Find (on this page)..., lalu tulis </style> trus klik tombol find next, maka secara otomatis akan di bawa ke kode tersebut.

          5. langkah selanjutnya adalah, silahkan copy kode berikut lalu paste setelah kode <$BlogItemBody$>

          <MainOrArchivePage><br/>


          <a href="<$BlogItemPermalinkURL$>">Read more!</a>

          </MainOrArchivePage>

          Lagi-lagi Untuk mempercepat pencarian kode <$BlogItemBody$>, silahkan sobat klik menu Edit yang ada pada bar menu browser, kemudian klik Find (on this page)..., lalu tulis <$BlogItemBody$> trus klik tombol find next, maka secara otomatis akan di bawa ke kode tersebut.


          6. Klik tombol yang bertuliskan SAVE SETTINGS

          7. Langkah selanjutnya adalah klik menu Setting

          8. Klik menu Formatting

          9. Dibagian bawah menu tersebut ada kotak di samping tulisan Post Template, nah isi kotak kosong tersebut dengan kode di bawah ini :

          <div class="fullpost"> 



          </div>  

          Sebenarnya langkah diatas tidak wajib dilakukan,akan tetapi ini di maksudkan agar ketika kita mau posting artikel, kode tersebut akan muncul secara otomatis tanpa harus di tulis dahulu, tentunya ini akan lebih mempermudah dan tidak harus selalu mengingat kode tersebut.

          10. kemudian jangan lupa klik tombol Save Settings

          11. Selesai.


          Cara Posting Artikel

          Oke, sesudah beberapa tahap kita lalui, sekarang kita masuk ke tahap bagaimana cara memposting suatu artikel agar ada menu Readmore nya.

          1. Klik menu Posting

          2. klik menu Edit HTML, nah di sana secara otomatis akan tampak kode yang kita simpan tadi, yakni :

          <div class="fullpost">



          </div>


          simpan artikel sobat yang ingin di tampilkan sebelum kode <div class="fullpost">, kemudian simpan sisa keseluruhan artikel setelah kode <div class="fullpost"> dan sebelum kode </div> Agar lebih jelas, saya beri contoh, misal artikelnya begini :

          Ini adalah contoh tulisan yang di simpan pada awal artikel yang akan selalu muncul pada blog kita, sedangkan tulisan yang lainnya tidak akan muncul.
          <div class="fullpost">
          dan tulisan yang ini adalah tulisan yang akan muncul ketika para pengunjung meng klik link yang bertuliskan Read more.
          </div>

          Hasilnya yang akan tampak pada blog kita adalah seperti ini : Ini adalah contoh tulisan yang di simpan pada awal artikel yang akan selalu muncul pada blog kita, sedangkan tulisan yang lainnya tidak akan muncul.
          Read more!


          Baca Juga... Membuat Readmore Untuk Template Klasik

          Panduan Membuat Blog

          by Brengo Blog | 20.44 in | komentar (0)

          Blog merupakan sigkatan dari “Web log” adalah salah satu aplikasi web berupa tulisan-tulisan yang umum disebut sebagai posting pada halaman web. Tulisan-tulisan tersebut seringkali diurut dari yang terbaru dan diikuti oleh yang lama.

          Istilah-Istilah Broadcasting

          by Brengo Blog | 20.44 in | komentar (1)

           

          Dalam dunia Broadcasting banyak sekali terdapat istilah-istilah yang sering kita terdengar, disini saya mencoba untuk menuliskan sedikit istilah-istilah tersebut.
          semoga dapat bermanfaat untuk kita semua............... 

          Audio Visual : Sebutan bagi perangkat yang menggunakkan unsur suara dan gambar.
          Art Director : Sebutan bagi pengarah seni artistik dari sebuah produksi.
          Asisten Produser : Seseorang yang membantu produser dalam menjalankan tugasnya.
          Audio Mixing : Proses penyatuan dan penyelarasan suara dari berbagai macam jenis dan bentuk suara.
          Angle : Sudut pengambilan gambar.
          Animator : Sebutan bagi seseorang yang beprofesi sebagai pembuat animasi.
          Audio Effect : Efek suara.
          Atmosfir /Ambience : Suara natural dari objek gambar.
          Broadcasting : Proses pengiriman sinyal ke berbagai lokasi secara bersamaan baik melalui satelit, radio, televisi, komunikasi data pada jaringan dan lain sebagainya.
          Broadcaster : Sebutan bagi seseorang yang bekerja dalam industri penyiaran.
          Background : Latar belakang.
          Blocking : Penempatan objek yang sesuai dengan kebutuhan gambar.
          Bridging scene : Adegan perantara diantara adegan – adegan lainnya.
          Back Light : Penempatan lampu dasar dari sudut belakang objek.
          Rundown : Penentuan gambar yang sesuai dengan naskah atau urutan acara.
          Bumper In : Penanda bahwa program acara TV dimulai kembali setelah iklan komersial.
          Bumper Out : Penanda bahwa program acara TV akan berhenti sejenak karena iklan komersial.
          Credit Title : Urutan nama tim produksi dan pendukung acara.
          Chroma Key : Sebuah metode elektronis yang melakukan penggabungan antara gambar video yang satu dengan gambar video lainnya dimana dalam prosesnya digunakan teknik Key Colour yang dapat diubah sesuai kebutuhan foreground dan background.
          Cutting on Beat : Teknik pemotongan gambar berdasar tempo.
          Teaser : Sebutan bagi adegan atau gambar yang akan mengundang rasa ingin tahu penonton tentang kelanjutan acara, namun harus ditunda karena ada jeda iklan komersial.
          Cut : Pemotongan gambar.
          Cutting : Proses pemotongan gambar.
          Camera Blocking : Penempatan posisi kamera yang sesuai dengan kebutuhan gambar.
          Crazy Shot : Gambar yang direkam melalui kamera yang tidak beraturan.
          Compotition : Komposisi.
          Continuity : Kesinambungan.
          Cross Blocking : Penempatan posisi objek secara silang sesuai dengan kebutuhan gambar.
          Crane : Katrol khusus untuk kamera dan penata kamera yang dapat bergerak keatas dan kebawah.
          Clip On : Mikrofon khusus yang dipasang pada objek tanpa terlihat.
          Casting : Proses pemilihan pemain lakon sesuai dengan karakter dan peran yang akan diberikan.
          Desain Compugrafis : Rancangan grafis yang digambar melalui tekhnologi komputer.
          Durasi : Waktu yang diberikan atau dijalankan.
          Dissolve : Tekhnik penumpukan gambar pada editing maupun syuting multi kamera.
          Depth of Field : Area dimana seluruh objek yang diterima oleh lensa dan kamera muncul dengan fokus yang tepat. Biasanya hal ini dipengaruhi oleh jarak antara objek dan kamera, focal length dari lensa dan f-stop.
          Dialogue : Percakapan yang muncul dalam adegan.
          Dramatic Emotion : Emosi gambar secara dramatis.
          Dubbing : pengisian suara / narasi .
          Editing : Proses pemotongan gambar.
          Ending Title : Urutan nama yang dicantumkan pada akhir movie.
          Establish Sho
          t : Gambar pengenalan yang natural dan wajar.
          Focus : Penyelarasan gambar secara detail, tajam, dan jernih hingga mendekati objek aslinya.
          Final Editing : Proses pemotongan gambar secara menyeluruh.
          Floor Director : Seseorang yang bertanggung jawab membantu mengkomunikasikan keinginan sutradara, dari master kontrol ke studio produksi.
          Filter Camera : Filter yang digunakan untuk kamera.
          Footage : Gambar – gambar yang tersedia dan dapat digunakan.
          Foreground : Latar depan.
          Hunting Location : Proses pencarian dan penggunaan lokasi terbaik untuk syuting.
          Headset : Digunakan untuk dapat mendengarkan suara sutradara.
          Hand held : Tekhnik penggunaan kamera dengan tangan tanpa tripod.
          Intercut : Gambar penghubung antar sequence satu ke yang lain.
          Jumping Shot : Proses pengambilan gambar secara tidak berurutan.
          Juncta Position : Kondisi dimana latar belakang menjadi satu dengan obyek dan sangat mengganggu.
          Jimmy Jib : Katrol kamera otomatis yang digerakkan dengan remote.
          Job Description : Deskripsi tentang jenis pekerjaan.
          Jeda Komersial : Saat penayangan iklan komersial diantara acara televisi.
          Job Title : Penamaan jabatan pada pekerjaan.
          Kreator : Sebutan bagi seseorang yang menciptakan karya kreatif.
          Lighting : Penataan cahaya.
          Lighting Effect : Efek dari penataan cahaya.
          Lensa Wide : Digunakan untuk memperbesar sudut pandang pengambilan gambar dari kamera.
          Lensa Super Wide : Digunakan untuk sangat memperbesar sudut pandang pengambilan gambar dari kamera.
          Master Control : Perangkat teknis utama penyiaran untuk mengontrol proses distribusi audio dan video dari berbagai input pada produksi untuk siaran live show maupun recorded.
          Main Object : Target pada objek utama.
          Monitor : Digunakan untuk memantau gambar.
          Master Video : Video utama berisikan rekaman acara televisi yang siap untuk ditayangkan maupun disimpan.
          Multi Camera : Sistem dari tata produksi audio visual yang syuting secara bersamaan dengan menggunakan sejumlah kamera.
          Master Shot : Gambar pilihan utama dari sebuah adegan yang kemudian dijadikan referensi atau rujukan saat melakukan editing.
          Noise : Gangguan pada sirkulasi signal audio maupun video yang mengganggu program acara.
          News Director : Direktur pemberitaan yang bertanggung jawab atas seluruh isi pemberitaan yang disiarkan secara aktual berdasarkan fakta.
          Off Line : Proses editing awal untuk memilih gambar terbaik dengan time code dari berbagai stock shot sesuai dengan kebutuhan adegan. Hasil dari gambar tersebut ditransformasikan dalam bentuk workprint dengan EDL (edit decision List).
          On Line : Proses akhir editing untuk menyempurnakan, mempercantik dan memperindah gambar setelah melalui proses off line.
          Opening Scene : Adegan yang dirancang khusus untuk membuka acara atau cerita. Biasanya adegan ini dikemas kreatif dan menarik untuk mendpatkan perhatian penonton.
          Opening Shot : Komposisi sudut pengambilan gambar pada awal adegan atau acara yang dirancang khusus untuk menarik perhatian penonton.
          OB Van : Outside Broadcasting Van, mobil khusus yang membawa perangkat tekhnis penyiaran audio dan video untuk memproduksi program diluar studio. Dapat juga digunakan untuk master control bagi siaran langsung.
          Over Exposed : Kondisi dimana pencahayaan terlalu terang.
          Property : Berbagai aksesori.
          Program Directing : Penyutradaraan program televisi.
          Programming : Tekhnik penyusunan program acara televisi yang ditayangkan secara berurutan.
          Praproduksi : Berbagai kegiatan persiapan sebelum pelaksanaan produksi dimulai.
          Paskaproduksi : Proses penyelesaian akhir dari produksi.Biasanya istilah ini digunakan pada proses editing.
          Produser : Pimpinan produksi yang bertanggung jawab kepada seluruh kegiatan pengkoordinasian pelaksanaan praproduksi, produksi sampai paskaproduksi.
          Rating : Perhitungan secara statistikal untuk mengukur tingkat popularitas program acara televisi terhadap penonton.
          Rundown : Susunan isi dan alur cerita dari program acara televisi yang dibatasi oleh durasi, jeda komersial, segmentasi, dan bahasa naskah.
          Run Through : Latihan akhir bagi seluruh pendukung acara televisi yang disesuaikan dengan urutan acara sesuai dalam rundown.
          Reportase : Sebuah laporan perjalanan atau liputan lapangan yang digunakan untuk mendukung data – data aktual dan faktual.
          Retake : Pengulangan pengambilan adegan gambar.
          Shot : Ambil Gambar.
          Simply Shot : Gambar yang diambil dari sudut yang mudah.
          Sequence : satu rangkaian gambar yang terdiri dari berbagai angle dan ukuran shot yang menggambarkan suatu kejadian
          Stand By : Komando akhir yang menunjukkan bahwa seluruh komponen produksi telah siap untuk melaksanakan syuting.
          Stock Shot : Berbagai bentuk gambar yang diciptakan untuk dijadikan pilihan pada saat gambar gambar tersebut memasuki proses editing.
          Suspense : Istilah yang digunakan untuk menunjukkan adegan – adegan yang menegangkan dan mengundang rasa was was bagi penonton.
          Sound : Penataan suara.
          Sound Effect : Efek suara yang diciptakan atau digunakan untuk mendukung suasana dari adegan.
          Steady Shot : Gambar sempurna dan tidak terlalu banyak bergerak, yang dapat dinikmati dengan posisi diam.
          Switcher : Istilah populer bagi perangkat tekhnis untuk memindah-mindahkan pemilihan gambar dari berbagai stock shot maupun input kamera. Alat ini digunakan untuk syuting multi kamera.
          Switcherman : Seseorang yang bertugas melaksanakan proses pemindahan gambar sesuai dengan komando sutradara.
          Streaming : Proses pengiriman gambar via internet.
          Studio : Lokasi khusus tempat pelaksanaan kerja produksi berlangsung. Dapat untuk melaksanakan syuting (shooting studio) maupun untuk editing (post production studio).
          Sound Mixer : Mixer pengendali dari berbagai input suara yang dipilah melalui sejumlah jalur (track).
          Slow Motion : Pergerakkan gambar yang diperlambat sesuai dengan kebutuhan alur cerita.
          Technical Director : Pengarah / Direktur tehnik.
          Teleprompter : piranti didepan kamera yang membantu presenter membaca naskah.
          Take : Istilah yang digunakan untuk dan pada saat pengambilan gambar berlangsung. Dapat juga digunakan sebagai catatan pada naskah.
          Two Shot : Istilah komando sutradara yang seringkali digunakan untuk mengarahkan kamera kepada dua objek yang dituju.
          Three Shot : Istilah komando sutradara yang seringkali digunakan untuk mengarahkan kamera kepada tiga objek yang dituju.
          Theme Song : Lagu khusus yang diciptakan atau dipakai sebagai pendukungikatan emosi dari program acara kepada penonton.
          Up Link : Proses Pengiriman gambar via satelit.
          Under Exposed : Kondisi dimana pencahayaan kurang / lemah cenderung gelap.
          VTR : Video Tape Recording.
          Voice Over (VO) : Suara dari announcer atau penyiar untuk mendukung isi cerita namun tidak tampak dilayar televisi.
          Vision Mixer : Sebutan lain untuk istilah populer “switcher”.
          Wireless Camera : Kamera yang menggunakan transmisi signal untuk mengirimkan hasil gambar tanpa menggunakan kabel.
          White Balance : Prosedur untuk mengkoreksi warna gambar dari kamera dengan mengubah sensitivitas CCD ke dalam spektrum cahaya. Umumnya prosedur ini menggunakan cahaya putih sebagai dasar.
          Wardrobe : Berbagai aksesori pendukung kostum bagi peran – peran tertentu.

          Translate

          English French German Spain Italian Dutch

          Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
          Translate Widget by Google

          Latest Posts

          "ayo gabung"

          Katalog

          Followers

          LINK

          Tukeran Link